Showing posts with label random. Show all posts
Showing posts with label random. Show all posts

Friday, 25 January 2013

tidak sekedar itu

kita selalu sama, selalu seperti itu. 
frase itu muncul perlahan. malam kian larut, kini yang ada hanya dialog sendu antara jarum jam dan deru mesin pendingin makanan. indera pendengaranku tak memiliki kemampuan mendengar irama selain mereka. tentunya tak ketinggalan juga lantunan nada qwerty notebook usangku yang sesekali memekik kesakitan melawan deritan jarum jam.

saya bercerita dan memerah kekesalan.
you always keep me to stay calm.
nafas kian berat dan terasa sulit dikendalikan. sesekali cepat seolah ingin dengan segera meluapkan emosi pada apa yang kutemui saat itu. terkadang melambat karena tak kuasa untuk bisa melampiaskan titik pitamku sekarang. rasanya kamu tak layak untuk mendapatkan itu. kamu terlalu berharga untuk sekedar dapat emosi tak baik milikku.

Thursday, 3 January 2013

akhir untuk bermula

Tahun baru masehi selalu menyedot animo penduduk di berbagai belahan dunia untuk bisa merayakannya bak acara ulang tahun. Seolah sebuah acara sakral yang tak boleh terlewat dalam agenda, setiap orang berlomba menyusun ragam acara untuk mengawal pergi "akhir tahun" serta menyambut hangat "awal tahun". Selebrasi setiap orang berbeda, ada yang senang dengan keramaian di kota besar dalam maupun luar negeri, ada yang mencoba lebih mendekat ke alam untuk mencoba lebih selaras, atau ada juga yang lebih memilih tinggal di rumah dan menikmati momen libur berharga dengan keluarga.

Kembang Api, simbol selebrasi. 2010 - 2011

Thursday, 1 March 2012

make a move

Sudah hampir sebulan kegiatan ku di sore hari adalah bermain layangan! Sampai-sampai satu sahabatku rela datang ke rumah cuma sekedar ingin menerbangkan layangan. Rindu masa kecil pastinya. Tapi jujur saja, sejak bermain layangan kembali rasanya ada yang sedikit berubah dari apa yang kulakukan. #smile

Seperti biasanya tak ada yang sangat spesial hari ini. Tapi juga tak ada layang untuk sore ini. Aku sedang ingin meluangkan waktu untuk sekedar bercerita tentang banyak hal dan berbagi banyak hal. Kusebut tema hari ini adalah belajar. Aku juga bukan belajar dari orang yang sangat ahli di bidangnya. Tapi setidaknya kami belajar bareng dan saling menambahkan jika ada kekurangan.

Pagi sekali aku sempat membaca tweet dari satu kawanku yang tertulis seperti berikut,
"Mau enggak mau, diakui atau tidak, gelar sarjana itu jadi kebutuhan. Makanya kenapa banyak orang sekolah tinggi-tinggi. Tapi jangan membuat beda, ilmu itu bisa darimana aja" ~ Eka Handayani

Friday, 10 February 2012

he is our guardian

Assalamu’alaikum dan salam sejahtera bagi para pembaca

Maaf jika rubrik ini agak telat muncul tidak seperti dua rubrik sebelumnya. Kebetulan aku harus menyelesaikan urusan demi menyambung hidup di hari esok. Hehe

Sosok pertama yang akan kuperkenalkan adalah seorang pria berwibawa dengan panggilan Abi. Beliau adalah pribadi yang tangguh, tameng paling depan saat ada kesulitan, mesin tanpa lelah dalam mencari nafkah serta ucapan terbijak dalam mengingatkan. Lahir setengah abad lalu di Surabaya menjadikannya sosok yang cukup keras untuk ukuran orang Jawa.

Secara fisik, beliau tidak memiliki perawakan yang tinggi besar. Mental serta spiritualnyalah yang membuat sosok tersebut begitu “besar”. Jarang sekali bicara jika memang dirasa tidak perlu. Hingga sesekali orang lain terkesan menyepelekan beliau jika melihat sorot mata memandangnya. Tenang, lugas dan to the point merupakan daya tariknya jika mengajak lawan bicaranya berdialog. Beragam topik bisa menjadi sajian menarik dan tak henti dikupas tuntas olehnya.

Wednesday, 31 August 2011

surat untuk tuhan


tik . . . tok . . . tik . . . tok . . . tik . . . tok . . .

Pagi ini masih teramat dingin untuk membuka mata menerima dunia. Kamarku memang terang benderang dihiasi sinar neon. Tapi, di luar sana aku yakin masih terlalu gelap untuk melakukan perjalanan. Kuraih jam tangan yang biasa kusimpan di bawah bantalku baru menunjukkan jam empat pagi. Caranya menyeret waktu terkesan kasar di telingaku karena dia memang jam yang sudah uzur.

Mataku baru saja terpejam dua jam lalu dan kini harus terbuka dengan perasaan sesak tak karuan. Nafasku memburu, jantungku derdetak terlalu kencang tak wajar dan perasaanku sedikit cemas, kalut, takut serta sedikit tak percaya. Selama ini aku selalu terbebas dari gangguan mimpi buruk dalam tidurku, karena selalu ada mantra yang kubaca sebelum menjelang memejamkan mata.

Thursday, 18 August 2011

sepucuk surat untuk indonesia

Yang kami cintai
Negeriku, Tanah Airku, INDONESIA
di
koordinat 6°LU - 11°08'LS dan dari 95°'BB - 141°45'BT bola dunia

--------------------------------------------------------------------------

Tuesday, 16 August 2011

kabur, bukan hilang

blurism
Sore hari, semuanya menjadi hiruk pikuk. Penuh sesak tak bercelah. Jalan raya kota ini menyempit seketika tanpa peringatan. Peluit melengking di kiri kanan jalan memberi  arahan bagi yang hendak menepi. Klakson saling bersahutan tak karuan penuh ketidaksabaran. Mulut pun tak mau kalah berirama, mereka teriak dengan berbagai ekspresi. Marah dan kesal seolah sudah biasa.

Kota ini kian sendu, setiap sudutnya kini berganti warna. Ufuk barat mulai menampilkan pesona senja nan rupawan. Sementara di timur gelap mulai menyandera ceria kota secara perlahan. Satu persatu kendaraan roda empat mulai menyalakan head lamp. Karena sepasang mata tak awas dan temaramnya lampu jalan tak lebih dari bantuan biasa saja.

Thursday, 4 August 2011

i across the universe

Melancholy 
Selalu ada yang bernyanyi dan berelegi di balik awan hitam.
Semoga ada yang menerangi sisi gelap ini. 
Menanti seperti pelangi setia menunggu hujan reda.

Aku selalu suka sehabis hujan di bulan Desember




[efek rumah kaca - desember]


Alunan lirik milik salah satu band indie itu kian sering mengalun menghiasi tiap dinding kamarku beberapa hari terakhir ini. Tiap nadanya kini semakin jelas terngiang dalam ingatanku dengan berbagai kenangan yang terjadi di beberapa hari terakhir. Mataku perlahan terpejam mengikuti irama lagu yang dipantulkan oleh dinding-dinding kamar. Imajinasiku memainkan cuplikan not balok yang melayang pelan di sekitarku. Begitu anggun hingga aku memasuki dunia yang bukan milikku. Sebuah dunia yang tak di belenggu oleh dinding pembatas, begitu luas hingga aku bisa melihat tak ada ujungnya.


Thursday, 23 June 2011

footprints of life


langkah mengukir dunia
Alhamdulillah setelah sekian lama bergelut dengan pertimbangan baik dan buruk tentang blog, maka akhirnya saya telah menyelesaikan berbagai bahan serta mematang kan isi blog yang sedang rekan-rekan kunjungi sekarang. Blog ini memang sudah lama ingin saya realisasikan, mungkin sekitar 1 tahun yang lalu ketika saya mulai terjun ke dunia fotografi kembali. Saat itu saya berpikir akan lebih baik jika hasil jepretan amatir saya di share kepada rekan-rekan semuanya. Ada beberapa hasil jepretan yang saya rasa memang memiliki cerita, baik yang saya tangkap momennya secara tak sengaja ataupun memang karena saya menciptakan momen tersebut.

Tidak hanya pertimbangan fotografi yang membuat saya akhirnya merealisasikan blog ini, tapi juga karena adanya berbagai cerita dan kisah lama tentang keseharian saya dengan lingkungan sekitar. Kisah-kisah tersebut sedikit banyak membuat saya termotivasi untuk tetap bertahan di tengah kerasnya lingkungan yang ada. Itu semua memang hanya kisah lama yang tak lebih dari kenangan belaka, namun kesemuanya itu mampu memberikan nilai tambah bagi saya pribadi.

Thursday, 9 June 2011

smile

Mr. Smile
Lihat sepatu yang ada di foto?

     Itu adalah satu dari sekian banyak barang yang sangat berarti bagiku. Tanpa dia, apalah jadina diri ini? Jangankan berlari, mungkin berjalan saja aku tak sanggup. Bukan ingin hiperbola tapi memang diri ini memiliki batasan. Bayangkan jika aku harus bertelangjang kaki kemana-mana, entah bakal jadi seperti apa telapak kaki ini jadinya.

Wednesday, 25 May 2011

drawing dream

Mimpi.

Setiap orang memilikinya.  Setiap orang mencoba merangkainya. Dan setiap orang juga memiliki kendala dalam mewujudkannya. Namun bagi mereka yang memiliki keteguhan dan keyakinan pada Tuhannnya pasti memiliki tenaga ekstra untuk mewujudkannya. Mereka yang percaya bahwa Tuhan memeluk mimpinya pasti memiliki pandangan luas dan perspektif berbeda terhadap apa yang menghadangnya.

Mimpi yang kita miliki hendaknya sampaikan kepada Tuhan, biar Dia memeluk mimpi kita. Suatu hari aku melihat seorang anak di suatu panti asuhan yang hendak tidur. Dari celah kecil yang terbuka di pintu kamarnya aku melihat dan mendengarnya mengucapkan beberapa patah kata.


Thursday, 19 May 2011

prolog

Kata-kata yang akan kau baca adalah ungkapan mimpi dan perasaan
Yang dahulu pernah menjadi jembatan
Antara harapan dan kenyataan
Hingga
Sampai saat ini waktu terus berulang
Padahal beberapa tak pernah lagi tertuang
Karena semuanya menjadi usang
Lalu menjadi kenangan