Showing posts with label catatan. Show all posts
Showing posts with label catatan. Show all posts

Friday, 26 July 2013

Aku Dan Si Binatang Jalang

sumber

101010

"Lagi dimana, Kak?" pesan singkat ibu menghentikan petualanganku di kampus gajah.

"ITB. Kenapa?" aku kirim balasan singkat.

"Tumben, ada apa di sana?" lanjutnya.

"Cuma lihat pasar seni yang empat tahun sekali, Bu."

"Ada yang menarik ga di sana????"

"Em... Ada perahu segede gambreng di sini sama stand-stand jualan."

"Oh. G ada yang menarik?" tanda tanya yang berkurang pertanda ibu mulai kehilangan ketertarikan.

"Ada satu stand yang kece. Baju sih, tapi kalo gambarnya Chairil Anwar jadi beda, kan?" tanyaku.

"TITIP!!!"

Friday, 25 January 2013

tidak sekedar itu

kita selalu sama, selalu seperti itu. 
frase itu muncul perlahan. malam kian larut, kini yang ada hanya dialog sendu antara jarum jam dan deru mesin pendingin makanan. indera pendengaranku tak memiliki kemampuan mendengar irama selain mereka. tentunya tak ketinggalan juga lantunan nada qwerty notebook usangku yang sesekali memekik kesakitan melawan deritan jarum jam.

saya bercerita dan memerah kekesalan.
you always keep me to stay calm.
nafas kian berat dan terasa sulit dikendalikan. sesekali cepat seolah ingin dengan segera meluapkan emosi pada apa yang kutemui saat itu. terkadang melambat karena tak kuasa untuk bisa melampiaskan titik pitamku sekarang. rasanya kamu tak layak untuk mendapatkan itu. kamu terlalu berharga untuk sekedar dapat emosi tak baik milikku.

Saturday, 19 May 2012

day one

Tik . . . Tok . . . Tik . . . Tok . . .

Hanya itu saja yang sampai saat ini memenuhi penginderaan dan kepalaku. Suara jarum jam yang menyeret waktu demi melanjutkan rotasi kehidupan. Menylap malam pekat jadi siang benderang yang penuh warna. Tak seperti sekarang, dominasi warna hitam tak beri ruang untuk warna lain. Hanya beberapa titik warna merah menyala yang kontras dengan pekat, membentuk angka.

"Ya Rabb, kenapa bisa seperti ini menjelang hari kejayaan?" lirih batinku.

Kedua bola mata ini hanya terpaku pada langit-langit kamar, tertahan, tak bisa terbang lebih jauh. Hatiku mencari dekapan hangat yang selama ini mungkin sudah tak kutemui. Sebuah dekapan penuh dengan rasa sayang, yang bahkan melebihi milik ibu. Kasih sayang yang tak pernah terlihat berkurang untukku.

"Gini jadinya kalo kamu gak pernah mau mengenal siapa dirimu, Mal," gumam hatiku mencoba mengajak pikiran untuk berdialog.

Thursday, 18 August 2011

sepucuk surat untuk indonesia

Yang kami cintai
Negeriku, Tanah Airku, INDONESIA
di
koordinat 6°LU - 11°08'LS dan dari 95°'BB - 141°45'BT bola dunia

--------------------------------------------------------------------------