“Baik, meeting
kita sampai di sini saja. Maaf jika kalian harus repot bergegas ke kantor di
hari libur. Sampai ketemu lusa dengan ide-ide segar untuk proyek komersial
Ramadhan nanti.”
“Mas, udah selesai?
Kalau bisa, secepatnya kemari! Alifa rewel gak mau mulai acara sampai kamu datang.
Ibu juga udah mulai gelisah.”
Aku terkekeh membaca pesan Mira di ponselku. Satu gelas air cukup
untuk mengusir dahaga sisa meeting
tadi dilanjut dengan tarian lincah ibu jari di layar ponsel.
